Resin Epoksi Bening untuk Lantai Batu Kerikil & Batu Kecil
Model: 204AB Rasio Campuran: A:B=2:1 berdasarkan Berat
204AB adalah resin epoksi bening dua komponen yang digunakan untuk merekatkan kerikil, batu kecil, batu pecah, dan partikel batu berukuran lebih besar lainnya. Konsistensinya yang transparan dan mudah mengalir membantu melapisi permukaan batu sambil tetap menjaga warna dan tekstur alaminya terlihat. Produk ini cocok untuk lantai kerikil yang diikat resin, jalan setapak taman, lantai batu kerikil, dan permukaan tanah lanskap dekoratif.
Fitur Produk Utama:
- Cocok untuk Kerikil & Partikel Batu yang Lebih Besar
- Tampilan Resin Jernih & Mengkilap
- viskositas Campuran 400 ± 50 mPa·s
- Penghilang Busa Alami yang Baik & Tahan Sinar UV
Aplikasi tipikal:
Kerikil Terikat Resin · Lantai Batu Kerikil · Jalur Taman · Lantai Kerikil · Permukaan Batu Lansekap
- Ringkasan
- Produk yang Direkomendasikan
- Jenis Batu
- Ukuran partikel perkiraan
- Penggunaan yang Direncanakan
- Jenis Substrat
- Penampilan permukaan yang diperlukan
Apa Itu Kerikil 204AB Epoxy Resin ?
204AB adalah resin epoksi dua komponen bening yang digunakan untuk merekatkan kerikil, batu krikil, batu pecah, dan bahan batuan serupa guna membentuk permukaan tanah dekoratif.
Berbeda dengan pelapis lantai konvensional yang menutupi lantai dengan lapisan berwarna buram, 204AB digunakan bersama batuan. Resin bening ini menyebar di sekitar partikel-partikel individual dan membantu mengikatnya setelah proses pengeringan, sementara warna alami, bentuk, serta tekstur batuan tetap terlihat.
Hal ini menjadikan 204AB sangat cocok untuk aplikasi di mana batuan itu sendiri dimaksudkan sebagai bagian dari tampilan akhir, termasuk lantai kerikil berikat resin, lantai batu krikil, jalan setapak taman, serta permukaan lansekap dekoratif.
Produk ini lebih cocok untuk kerikil, batu krikil, dan batu pecah yang tampak jelas dibandingkan sistem lantai yang terutama mengandalkan pasir dekoratif halus.
Batu-batu yang berbeda dapat berperilaku berbeda selama pencampuran dan pengeringan. Ukuran, bentuk, kondisi permukaan, dan porositas batu semuanya dapat memengaruhi cakupan resin serta konsumsi bahan. Oleh karena itu, pelanggan yang menggunakan batu baru harus mengevaluasi bahan tersebut dengan sampel aktual mereka sebelum produksi atau pemasangan dalam skala besar.

Jenis Batu Apa Saja yang Dapat Digunakan?
Memilih batu yang tepat merupakan salah satu hal pertama yang perlu dipertimbangkan saat menggunakan 204AB.
Produk ini terutama digunakan bersama kerikil, kerakal, batu pecah, dan bahan batu dekoratif lainnya di mana partikel-partikel individual tetap jelas terlihat pada permukaan akhir.
Bentuk dan permukaan batu yang berbeda dapat memengaruhi cara resin menyebar serta jumlah resin yang dibutuhkan. Sebagai contoh, kerakal bulat memiliki struktur permukaan yang berbeda dari batu pecah bersudut. Batu alami berpori juga mungkin berperilaku berbeda dibandingkan bahan yang lebih halus.
Panduan berikut dapat membantu pelanggan melakukan penilaian awal terhadap bahan:
| Jenis Batu | Kecocokan | Apa yang perlu dipertimbangkan |
|---|---|---|
| Kerikil | Direkomendasikan | Ukuran batu dan cakupan resin |
| Kerikil | Direkomendasikan | Permukaan halus dan jarak antar batu |
| Batu pecah | Direkomendasikan | Bentuk bersudut serta luas permukaan yang lebih besar |
| Batu dekoratif | Direkomendasikan | Warna, kondisi permukaan, dan porositas |
| Ukuran Batu Campuran | Pengujian Direkomendasikan | Distribusi partikel dan rongga |
| Pasir Dekoratif Halus | Dievaluasi Secara Terpisah | Resin lantai pasir halus khusus mungkin lebih cocok |
Tidak ada satu ukuran batu atau dosis resin pun yang cocok untuk semua aplikasi. Pelanggan didorong memberikan jenis batu, perkiraan ukuran partikel, dan penggunaan yang dimaksud ketika meminta rekomendasi material.

Bagaimana Resin Melapisi Batu?
Untuk lantai kerikil dan kerakal, resin harus menyebar di sekitar permukaan batu yang tidak beraturan selama pencampuran tanpa mengisi sepenuhnya tekstur alami di antara partikel-partikel tersebut.
Pada suhu 25°C, viskositas khas 204A adalah 800 ± 250 mPa·s, sedangkan viskositas maksimum 204B ditentukan sebesar 300 mPa·s. Setelah pencampuran, viskositas khasnya sekitar 400 ± 50 mPa·s.
Konsistensi campuran yang mudah mengalir ini membantu resin menyebar merata di atas kerikil, kerakal, dan batu pecah selama proses pencampuran.
204AB juga memiliki karakteristik transparansi tinggi, kilap permukaan baik, serta kemampuan deaerasi alami yang baik. Karakteristik-karakteristik ini berguna ketika penampilan alami batu perlu tetap terlihat setelah proses pengeringan.
Jumlah resin yang dibutuhkan tergantung pada jenis batunya. Batu berukuran besar dan batu berukuran kecil memiliki luas permukaan total yang berbeda, sementara kerakal bulat dan batu pecah bersudut juga menciptakan ruang antarpartikel yang berbeda.
Menggunakan resin terlalu sedikit dapat menyebabkan penutupan batu yang tidak lengkap. Menggunakan resin berlebihan dapat mengisi lebih banyak ruang di antara batu-batu dan mengubah tekstur permukaan yang dimaksud.
Oleh karena itu, rasio resin terhadap batu harus dikonfirmasi menggunakan batu sebenarnya, bukan menerapkan satu rasio tetap untuk semua jenis bahan.

Di Mana 204AB Dapat Digunakan?
204AB terutama digunakan untuk permukaan tanah dekoratif berbatu, di mana kerikil, batu krikil, atau batu pecah tetap terlihat setelah resin mengeras.
Lantai Kerikil Berikat Resin
Cocok untuk lantai kerikil dekoratif di mana batu-batu lepas direkatkan bersama namun tetap mempertahankan tampilan alami kerikil yang dipilih.
Jalan setapak taman
Cocok untuk jalan setapak taman dan area lansekap yang menggunakan kerikil atau batu dekoratif sebagai permukaan jalan yang terlihat.
Lantai Batu Krikil
Cocok untuk permukaan yang dibuat dari batu krikil bulat, di mana bentuk alami dan variasi warna batu menjadi bagian dari tampilan akhir.
Jalur pejalan kaki di taman
Cocok untuk area pejalan kaki dekoratif dan permukaan lansekap yang menggunakan kerikil, batu pecah, atau bahan batuan serupa.
Permukaan Tanah Dekoratif dari Batu
Berbagai warna, bentuk, dan kombinasi batu dapat dievaluasi guna menciptakan tekstur permukaan tanah alami yang berbeda.
Kinerja akhir masing-masing permukaan bergantung pada kombinasi lengkap antara resin, batu, substrat, dan kondisi penerapan. Untuk batu baru atau penerapan baru, disarankan membuat panel uji representatif sebelum penggunaan skala besar.

Data Teknis
Data teknis berikut dapat digunakan sebagai acuan saat mengevaluasi 204AB untuk aplikasi lantai kerikil dan batu.
| Properti | 204A | 204B |
|---|---|---|
| Penampilan | Bening dan transparan | Bening dan transparan |
| Viskositas (Mpa·s) | 800±250 | 300 maksimal |
| Ketumpatan (g/cm3) | 1.07±0.05 | 0.95±0.03 |
| Rasio Pencampuran (Berdasarkan Berat) | A:B=2:1 | |
| (Per Volume) | A:B = 1,8:1 | |
| Sifat Setelah Pengeringan | ||
| Provinsi | Cairan | |
| Viskositas (Mpa·s) | 400 ± 50 mPa·s | |
| Metode Pengujian Brookfield DV2TRV | 25°C | |
| Waktu Kerja (100 g, 25°C) | 20–25 menit | |
| Penggunaan | 280–350 g/m² (Tergantung pada Substrat) | |
| Pengeringan Awal (jam) | Sekitar 12–15 Jam pada Suhu Ruang | |
| Pengeringan Penuh (jam) | 20 Jam pada Suhu Ruang | |
| Kekerasan pantai | Shore D 75 | |
| Modulus Lentur | 5155 MPa | |
| Suhu Defleksi Panas | 50°C | |
| Penyerapan Air | <0.1% | |
| Kekuatan Kompresi | 8,4 kg/mm² | |
Nilai-nilai di atas merupakan data laboratorium tipikal dan sebaiknya digunakan sebagai referensi teknis, bukan sebagai nilai kinerja yang dijamin untuk setiap lantai kerikil atau batu jadi.
Kinerja aktual dapat bervariasi tergantung pada jenis batu, dosis resin, substrat, suhu, kelembaban, serta kondisi aplikasi.
Konsumsi yang tercantum sebesar 280–350 g/m² merupakan nilai referensi yang terkait substrat dan bukan rasio pencampuran tetap antara resin dan batu.

Cara Mencampur dan Menggunakan 204AB
Pengukuran dan pencampuran yang tepat penting untuk memastikan pengeringan serta proses yang konsisten.
Langkah 1 — Siapkan Batu
Siapkan kerikil, kerakal, atau batu pecah sebelum dicampur. Batu harus cukup bersih dan cocok untuk ikatan resin.
Langkah 2 — Ukur Komponen A dan B
Ukur resin 204A dan penguat 204B secara akurat dengan perbandingan:
A = 2:1 berdasarkan Berat
Gunakan wadah pencampur yang bersih dan kering.
Langkah 3 — Aduk Secara Menyeluruh
Aduk kedua komponen secara menyeluruh hingga resin menjadi seragam. Perhatikan material di sepanjang sisi dan dasar wadah.
Langkah 4 — Tunggu 3–5 Menit Sebelum Digunakan
Setelah pencampuran, biarkan resin yang telah disiapkan diam selama sekitar 3–5 menit sebelum aplikasi.
Langkah 5 — Campur dengan Batu
Tambahkan resin yang telah disiapkan ke kerikil, batu krikil, atau batu pecah yang dipilih sesuai formulasi kerja.
Aduk hingga resin terdistribusi secara merata di permukaan batu.
Langkah 6 — Pasang dalam Waktu Kerja
Tempatkan dan selesaikan batu berlapis resin dalam waktu kerja yang tersedia.
Pada suhu 25°C dengan jumlah uji 100 g, waktu kerja khasnya sekitar 20–25 menit.
Untuk jenis batu baru, pengujian skala kecil direkomendasikan sebelum menetapkan dosis resin akhir.

Waktu Kerja, Pengeringan & Kondisi Lingkungan
Suhu dan kelembapan dapat memengaruhi viskositas, waktu kerja, perilaku pengeringan, serta penampilan permukaan akhir 204AB.
Pada suhu 25°C, waktu kerja khas untuk jumlah campuran 100 g adalah sekitar 20–25 menit.
Pengeringan awal memerlukan waktu sekitar 12–15 jam pada suhu ruang, sedangkan pengeringan penuh memerlukan waktu sekitar 20 jam.
Bila suhu lingkungan turun di bawah 15°C, Komponen A dapat menjadi lebih kental. Dalam kondisi tersebut, petunjuk produk merekomendasikan pemanasan Komponen A hingga sekitar 30°C sebelum pencampuran guna memudahkan penanganan.
Kelembapan juga harus dipertimbangkan selama proses pengeringan. Ketika kelembapan relatif melebihi sekitar 85%, permukaan yang telah mengering dapat menyerap uap air dari udara dan membentuk lapisan keputihan berkabut.
Dalam kondisi kelembapan sangat tinggi, pengeringan pada suhu ruang tidak direkomendasikan, dan pengeringan dengan bantuan panas perlu dipertimbangkan.
Untuk aplikasi di luar ruangan seperti jalur taman dan permukaan tanah lansekap, suhu resin, kondisi batu, kondisi substrat, serta suhu dan kelembapan lokal harus diperiksa terlebih dahulu sebelum aplikasi.

Kemasan, Penyimpanan & Dukungan Bahan
204AB harus disimpan dalam kondisi yang sesuai sebelum digunakan.
Suhu penyimpanan yang direkomendasikan adalah 15°C–25°C. Produk ini tidak boleh disimpan di bawah 10°C atau di atas 50°C, serta harus dilindungi dari pembekuan.
Masa simpan yang dinyatakan adalah enam bulan dalam kemasan asli yang belum dibuka, dengan syarat penyimpanan sesuai rekomendasi.
Dokumentasi teknis terkini mencantumkan: Resin 204A: 5 kg/kontainer, Pengeras 204B: 5 kg/kontainer.
Wadah harus ditutup setelah digunakan. Bahan pengeras ini sensitif terhadap kelembapan, sehingga paparan udara lembap harus dihindari selama penyimpanan dan penanganan.
Bagi pelanggan yang bekerja dengan jenis kerikil, krikil, atau batu pecah berbeda, pencocokan bahan dapat dievaluasi berdasarkan jenis batu sebenarnya.
Saat meminta rekomendasi, pelanggan dapat menyediakan:
Informasi ini membantu mengevaluasi apakah 204AB cocok digunakan dan apakah pengujian sampel perlu dilakukan sebelum pembelian dalam jumlah besar.

Tanya Jawab
Pertanyaan 1. Jenis batu apa yang cocok untuk 204AB?
204AB terutama dirancang untuk kerikil, krikil, batu pecah, dan agregat mineral kasar lainnya. Karena ukuran partikel, bentuk, dan porositas agregat berbeda-beda, disarankan melakukan pengujian menggunakan batu sebenarnya sebelum penggunaan skala besar.
Pertanyaan 2. Apakah 204AB dapat digunakan bersama pasir halus?
204AB dapat dievaluasi dengan berbagai bahan mineral, tetapi posisi utamanya adalah untuk aplikasi batu dan kerikil yang tampak lebih besar. Untuk pasir dekoratif halus atau sistem lantai kuarsa halus, resin lantai pasir warna khusus mungkin lebih tepat.
P3. Berapa rasio pencampuran?
Rasio pencampuran standar adalah A = 2:1 berdasarkan berat atau sekitar 1,8:1 berdasarkan volume.
P4. Berapa lama waktu kerja?
Pada suhu 25°C dengan jumlah uji 100 g, waktu kerja khasnya sekitar 20–25 menit.
P5. Berapa banyak resin yang harus dicampur dengan kerikil?
Tidak ada satu rasio resin‑ke‑kerikil tetap yang cocok untuk semua agregat. Ukuran batu, bentuk partikel, porositas, luas permukaan, dan tekstur permukaan yang diinginkan semuanya dapat memengaruhi konsumsi resin. Disarankan melakukan pengujian dengan agregat aktual guna menentukan formulasi yang sesuai.
P6. Apakah resin menjadi transparan setelah pengeringan?
204A dan 204B keduanya merupakan bahan tidak berwarna dan transparan, serta produk ini memiliki karakteristik transparansi tinggi dan kilap permukaan yang baik.
P7. Apakah produk ini dapat digunakan di luar ruangan?
204AB telah didokumentasikan memiliki ketahanan UV yang baik dan digunakan untuk aplikasi permukaan kerikil serta lansekap yang sesuai. Kinerja aktual di luar ruangan tetap harus dievaluasi berdasarkan sistem batu lengkap, substrat, dan lingkungan penggunaan.